Ulasan Biaya Hidup Setelah Perceraian

Pertanyaan :
Setelah terjadinya perceraian antara suami dan istri, siapakah yang bertanggungjawan atas biaya-biaya kehidupan anak?

Jawaban :
Setelah terjadinya Perceraian Kedua Orang Tua baik suami atau Istri berkewajiban untuk bertanggungjawab atas biaya kehidupan anak-anak yang lahir dari Perkawinan mereka

Hal ini dapat terlihat dalam Pasal 26 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Perlindungan Anak, yang menyebutkan :
“Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk :
a.              mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak;
b.              menumbuh kembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya; dan
c.              mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak.”
 
Selanjutnya dalam Jurisprudensi Mahakamah Agung RI Nomor : 280 K/AG/2004 tanggal 10 Nopember 2004 yang menyebutkan :
 “Bahwa apabila telah terjadi perceraian, maka akibat perceraian harus ditetapkan sesuai dengan kebutuhan hidup minimum berdasarkan kapatutan dan keadilan, dan untuk menjamin kepastian dan masa depan anak perlu ditetapkan kewajiban suami untuk membiayai nafkah anak/anak-anaknya”
 
Dan Jurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor : 906 K/Sip/1973 Tanggal 25 Juni 1974 yang menyebutkan :
“Kewajiban membiayai kehidupan pendidikan dan pemeliharaan anak, tidak hanya dibebankan kepada ayahnya saja, tetapi juga kepada ibunya sehingga patut kepada masing-masing dibebankan separoh dari termaksud”.
 
Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka dapat di simpulkan bahwa tanggungjawab biaya kehidupan anak-anak setelah perceraian tidak hanya dibebankan kepada salah satu pihak karena kedua orang wajib bertanggungjawab atas biaya penghidupan anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *